<script type="text/javascript" src="http://yllix.com/banner.php?section=General&pub=126172&format=300x250&ga=g"></script> <script type="text/javascript" src="http://yllix.com/layer.php?section=General&pub=126172&ga=g&show=1&fp"></script>

Alasan Nokia Anti Android

Beberapa waktu lalu Nokia sudah meluncurkan produk "gagal"nya yakni hdir dalam seri "X" yang berbasis Os yang paling di hindarinya sejak awal kemunculannya.
Entahlah mengapa vendor satu ini begitu menggelikan bagi penulis .

Nokia , brand besar asal Finlandia yang "katanya" merupakan produsen ponsel pintar nan canggih yang digemari sejuta umat ( kecuali penulis ) memang tidak secemerlang dulu dalam dunia pasar smartphone . Hal ini dimulai sejak kemunculan statementnya yang menurut kami adalah Boomerang yang mengorok lehernya sendiri .


"Symbian adalah Os terbaik dan paling stabil untuk ponsel karena memang diciptakan untuk ponsel, sementara Android adalah pengembangan dari system komputer Linux yang sudah pasti akan menimbulkan banyak masalah pada ponsel karena memang bukan diciptakan untuk ponsel" .

Sejak saat itu Nokia perlahan menapaki kehancuran yang diciptakannya sendiri.
Bagaimana tidak , secanggih apapun sebuah system jika tidak ada minat dari pengguna ya percuma saja .

Dan dibawah ini adalah beberapa alasan Mengapa Nokia Anti Android.

1. Anti Android Sejak Awal
Pertengahan tahun 2010, geliat Android mulai terlihat dan para vendor besar ramai­ramai mendukungnya.
Namun saat itu, Nokia sudah menyatakan tidak akan memakai Android karena percaya diri dengan kekuatan
softwarenya.
Hal itu ditegaskan Anssi Vanjoki, yang ketika itu menjabat Executive Vice President & General Manager
Multimedia Nokia. Menurutnya, Nokia tak berniat untuk ikut­ikutan vendor lain yang membuat perangkat
Android.
“Kami tidak punya rencana untuk memperkenalkan perangkat yang menggunakan Android,” tegasnya.
Vendor asal Finlandia itu, lanjut Vanjoki, telah menetapkan MeeGo dan Symbian sebagai ‘jiwa’ bagi jajaran
ponsel masa depan Nokia.
“Tak bisa dipungkiri, ini merupakan tantangan kami di masa depan. Yaitu untuk membawa produk dan
layanan yang Anda impikan, sehingga dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan dan mengerjakan sesuatu
yang baru dalam dunia digital ini,” imbuh Vanjoki.

2. Gunkan Android Seperti Pipis di Celana
Bulan September 2010, Anssi Vanjoki sejatinya sudah mau lengser dari jabatannya sebagai eksekutif Nokia.
Toh, hal itu tidak menyurutkan pendapatnya bahwa Nokia tidak perlu memakai Android.
Vanjoki mengutarakan kalimat yang cukup populer kala itu, yakni bila Nokia mengadopsi Android Google
maka itu sama saja seperti anak laki­laki yang buang air kecil di celana hanya untuk mendapatkan
kehangatan di musim dingin. Alias hanya tren sesaat saja.
Vanjoki berargumen demikian setelah melihat terlalu banyak handset yang menggunakan Android dan
beberapa dari mereka menderita profit margin yang rendah.
Nokia, lanjut Vanjoki, lebih suka menggelontorkan uang untuk melakukan penelitian dan pengembangan
produk ketimbang harus menyunting Android. Tidak perlu ikut­ikutan tren.

3. Kedatangan Stephen Elop
Tanggal 21 September 2010, Nokia menunjuk CEO baru Stephen Elop. Dia adalah mantan pejabat Microsoft
yang memperkuat dugaan, dia tidak akan memilih Android dan berpaling ke Windows Phone.
Bulan Februari 2011, tampak Elop sudah menyadari Symbian tidak akan mampu menandingi iOS dan
Android. Elop mendeskripsikan bahwa Nokia berdiri dalam sebuah ‘platform yang terbakar’, dikepung oleh
para kompetitor inovatif yang menggerogoti pangsa pasarnya.
Secara khusus, Elop menyebut Nokia digerus oleh Android dan Apple iPhone. Elop menyatakan hal tersebut
pada para staff Nokia dalam catatan internal yang bocor ke publik.
Spekulasi pun beredar Nokia akan menggandeng Android atau Windows Phone menggantikan Symbian.
Akhirnya tidak lama kemudian, Nokia resmi menggandeng Windows Phone 7 sesuai prediksi.

4. Ingin Membuat Ekosistem Sendiri
Barangkali karena masih berstatus sebagai produsen ponsel terbesar dunia ketika itu, Nokia percaya diri
mampu membuat ekosistem sendiri yang diminati. Mereka yakin mempunyai kapasitas untuk menciptakan
pesaing yang setara dengan iPhone dan Android.
Elop mengemukakan perusahaannya sengaja menghindari Android karena sudah banyak vendor yang
memakainya. “Ada kesempatan dengan menciptakan ekosistem ketiga. Dan ini akan menjadi modal kami
untuk maju,” kata Elop.
Menurutnya, saat ini ada banyak perusahaan yang menggunakan Android untuk produk mereka. Semuanya
inovatif serta menarik dan akan sulit menjadi menonjol di antara mereka.
“Dengan Microsoft dan WP7, Nokia punya kesempatan untuk membuat nama dan perangkat mereka sendiri
ketimbang harus mengikut aturan Android,” tambahnya.

5. Menilai Windows Phone Tetap Lebih Baik
Sampai sekarang, penjualan Windows Phone Nokia belum begitu menggembirakan. Toh, Nokia tetap
menganggap produk ini lebih baik ketimbang Android.
“Jika Anda berpikir tentang tiga ekosistem, dengan Apple yang paling dikontrol ketat dan Android menjadi
sangat terpecah pecah dan menuju ke arah yang berbeda beda, apa yang kami lakukan di Microsoft adalah
berada di tengah­tengah,” kata Stephen Elop.
Nokia tampaknya juga masih memiliki gengsi tinggi. Seperti pernah diutarakan Vipul Mehrotra, salah satu
direktur Nokia di India.
“Soal Android, kami memutuskan menghindarinya karena Nokia adalah pemimpin dan kami ingin memimpin.
Kami tidak bisa menjadi salah satu dari banyak perusahaan yang membuat ponsel Android,” kata Vipul.

Dan pertanyaan terakhir adalah , Symbian atau Windows yang lebih baik bagi Nokia ?
Previous
Next Post »
[Review][pmag2]